MASIH TENTANG #SEHARIBERSAMALANSIA

image

Selamat senin malam, ini salah satu foto sewaktu #seharibersamalansia tepat tanggal 29 mei kemarin dalam rangka memperingati Hari Lansia bersama para pejuang Berbagi Nasi Makassar.

Ada yang belum bisa move on nih, ya.. itu saya. Yang belum bisa move on soalnya ini kali pertama dalam hidup ikut memperingati Hari Lansia.

Kenalan, ngajak main, nyanyi dan joget bersama, ngobrol bahkan bercanda dengan kakek dan nenek yang ada disana. Mereka menceritakan awal mula mengetahui tentang Panti Tresna, kemudian bisa berada di panti ini. Ada yang diantar oleh anak sendiri, bahkan ada yang karena tak terurus di rumah makanya beliau memutuskan untuk ke panti naik angkutan umum, sendirian.

Kali ini saya jadi pendengar yang baik, tapi tidak cukup tegar mendengar beliau bercerita.

Entah apa yang ada di dalam otak ini tiba-tiba melontarkan pertanyaan “nek, tapi anak ta sering jaki na jenguk?” Beliau menjawab “yek tidak nak, padahal apa tommo tidak disusaimi tapi tidak tong kodong na jengukka nak.” Jujur, saya tak tau harus menjawab apa cuma tiba-tiba nangis ingat orang tua dirumah lalu berdoa dalam hati “Ya Allah semoga tidak ada diketurunanku yang menyia-nyiakan orang tuanya.”

Ridho Allah ada di ridho kedua orang tua.

Beliau yang dulunya rela hari-harinya membawa beban di dalam perut, beliau yang dulunya bertaruh antara hidup dan mati ketika melahirkan, beliau yang rela kulitnya tak lagi kencang pasca melahirkan, beliau yang dulunya dengan senang hati memberi ASI memberi makanan, beliau yang malamnya terusik karena tangisan anak kecil, beliau yang dulunya rela bangun pagi-pagi buta membuatkan sarapan dan menjemput rezeki, beliau yang dulunya bahkan rela berutang demi pendidikan yang lebih baik untuk anak, dan yang tak kalah dahsyatnya ialah beliau yang siang-malam turut mendoakan keselamatan di setiap langkah anaknya.

Lalu, apa yang mereka raih dihari tuanya ?

Apa yang telah kalian beri untuk membalas semua kebaikan mereka ?

Bahkan bumi dan seisinya yang kau beri takkan sama dengan apa yang beliau berikan mulai dari dalam kandungan hingga saat ini. Saat ini kau berdiri diatas kakimu sendiri, saat ini kau berjalan kedepan tanpa berbalik kebelakang bahkan untuk menolehpun engkau enggan.

Mereka tidak pernah berharap kau membalas semua yang telah beliau beri, karna bagi mereka membesarkanmu bukanlah utang bahkan bukan beban. Justru kehadiranmu adalah anugerah terindah yang tuhan beri, dengan kehadiranmu mereka yakin bahwa tuhan pernah mencipta surga dialam sana.

Dulu senyum itu lebih renyah dari biskuit gandum yang sering kau sandingkan dengan secangkir kopi. Kini senyum itu lebih teduh dalam raut wajah yang makin mengkerut.

Sadar tidak, dulu tangismu adalah penghapus deru yang mengusik kesunyian malam tenangnya.

Sadar tidak, dulu senyummu adalah penutup lelahnya bersapa dengan hari-harinya.

Entah kalian sadar atau tidak, dulunya ia hanya berharap bahwa cukup butir air yang tercurah dari langit dan semoga tak ada senyum pilu dibalik wajahmu.

Namun sekarang bukannya menunggalkan malah meninggalkan. Bukannya memberi kebahagian malah membiarkan ia bahagia dengan orang lain.

Dulu hangat peluknya tak pernah gagal untuk kau sentuh, namun kini kau merentang jarak dan ia mengekang rindu.

Dan sekarang, mereka tak perlu sendiri untuk benar-benar merasa sendiri.

Untuk kau yang sedang terluka parah hatinya bahkan lupa caranya tersenyum, ketahuilah bahwa duniamu tak berhenti disitu saja. Kau hanya perlu banyak bersyukur.

Ketika kasih yang kau damba itu mengabaikanmu, masih ada diluar sana yang membutuhkan sedikit perhatianmu. Sebatas tersenyum dan memberikan sedikit apa yg kau punya. Mungkin, adalah hal yang hebat jika bisa membuat orang lain bahagia dengan adanya diri kita dan hal yg lebih hebat lagi kalau kita mampu bahagia dengan apa adanya diri kita.

Bersyukur-lah bagi mereka yang kedua orang tuanya masih ada dan syurga-lah bagi mereka yang memuliakan kedua orang tuanya. Amin 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s