CINTA BERSEMI DAN TERHEMPAS TIADA JEDA

image

Hampir sebulan lamanya saya tidak menulis. Banyak hal yang terjadi, namun tak tahu ingin menceritakan dari mana, bagaimana, bahkan untuk memulainya saja tak tahu.

Padahal, saya ingin menulis banyak tentangmu, walau kau hadir hanya sesekali.

Saya ingin membaca banyak denganmu, bahkan melakukan banyak hal bodoh denganmu, asal itu denganmu.

Saya ingin menceritakan tentang awan dan kawan-kawannya, melihat kita ditempat yang tak lagi sama.

Saya ingin memotong jalan yang membuat jarak itu semakin nyata.

Jarak membuat doa bagai mantra. Ingin kuketuk topi ku dengan sebuah tongkat, berharap kau bisa keluar dan kita berdiri berdampingan. Namun, di dunia ini, cinta bersemi dan terhempas tiada jeda.

Kau hidup seperti biasa, kau berada di tempat yang biasa, bahkan senyummu seperti hari kemarin.

Senyummu, bagai langit yang sedang mendengarkan nyanyian ‘merayu awan’

Senyummu, bagai ramahan biskuit gandum.

Senyummu, indah tak terperi.

Cinta itu bersemi lagi. Membuatku semangat lagi membaca ditengah diammu, walau di malam yang ringkih. Mungkin saya sedang jatuh cinta, lagi. Hal yang tak pernah kubayangkan, namun mengikatmu dengan nadi. Jika kau terlepas, maka hanya aku yang kesakitan.

Memang, di dunia ini, cinta bersemi dan terhempas tiada jeda.

Bagi orang-orang yang jatuh cinta, pernah memiliki namun akhirnya terlepas, pasti paham. Menunggu dengan diam, mengamati dari jauh, menyebut namanya disetiap sujud terakhir. Adakah keluh kesah? Kan, sudah kukatakan ‘senyummu, indah tak terperi.’ Walau kau tersenyum untuk orang lain. Bahkan, jika senyummu hanya untuk orang lain. Setidaknya kau tetap tersenyum. Kau tetap menjadi sebagaimana dirimu. Kau tetap bermandikan kebahagiaan. Kau tetap berlimpah kasih sayang. Dan kau tetap kau, yang tak bisa digantikan dia.

Doaku memelukmu dengan erat. Harapanku beterbangan ke langit.

Tahun ini, musim kemarau berkepanjangan. Daun-daun berjatuhan menyapa tanah bagai kawan lama. Jalanpun kering tak terkira, walau sesekali basah oleh air mata. Bagimu ialah dia, bagiku kaulah segalanya.

Memang, di dunia ini, cinta bersemi dan terhempas tiada jeda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s