MULAI KISAHMU DAN BUKAN LAGI RINDU-RINDU YANG MENGGANTUNG

image

Hi, selamat pagi. Hari ini aku bangun amat pagi. Karena tuhan lebih suka umatnya yang bangun pagi. Dan saya yakin, mama kamu juga suka anak perempuan yang bangun pagi, lalu membuat sarapan. Bukan sekedar bangun pagi, hanya untuk update status awake di path. Kemudian, tidur lagi.

Pagi ini untuk kesekian kalinya saya merasakan cinta. Tapi, pagi ini juga untuk kesekian kalinya saya merasakan rindu. Hi, rindu. Rindu yang tak berkesudahan, kumohon, jangan menyiksa dirimu dalam kesengajaan.

Rinduku beterbangan diantara ranting, kemudian jatuh bersama daun. Namun tak pernah menyalahkan angin.

Rinduku bahkan lebih elegan dibanding sekedar jerawat yang memerah diwajahmu.

Rinduku yang tak pernah memaksamu berbalik bahkan menoleh sejenak kearahku.

Hanya saja, jika kau masih mengingat sebagaimana namaku.

Disitulah bukti rinduku, yang tak henti-hentinya menyebut namamu disetiap sujud terakhir.

Ada banyak kalimat rindu yang bisa kita urai. Namun, takkan sama dengan apa yang hati ini rasa. Ada banyak kalimat rindu yang dapat diucap. Namun, takkan sama dengan dua hati dan dua kepala yang saling beradu.

image

Tetapi, bagai pucuk daun teh dihamparan kebun yang menggunung. Tak tau pucuk daun teh yang mana. Tak tau batang pohon yang mana.

Rindumu, tak pernah kau wujudkan seperti apa. Entah itu bagai daun atau tangkai, atau bahkan tanaman yang tumbuh liar disekitarnya.

Kau tak pernah menjadikan rindumu dalam raga yang seutuhnya. Kau hanya bisa berkhayal. Kau hanya bisa merasakan. Dan sialnya, nyaman menyelimutimu dengan hangat. Pada akhirnya kau takkan percaya dengan orang-orang yang berdatangan. Kau tak lagi percaya, pada ia yang datang mengetuk pintu hatimu.

Kau terlalu nyaman dengan rindu-rindu yang menggantung.

Rindumu bagai angka 0 sebelum angka 1, ada namun tidak mengubah apa yang telah ada. Ada, tapi seperti tak ada.

Lalu, luka yang selama ini karena rindu atau karena-mu ?

Mulai kisahmu dan bukan lagi rindu-rindu yang menggantung. Ceritakan pada dunia, tentang pendamping hidup yang mengingatkan setiap tingkah laku, dan tutur kata yang dapat menjauhkan diri dari Allah.

Mulai kisahmu dan bukan lagi rindu-rindu yang menggantung. Ceritakan pada dunia, bagaimana perpisahan indah di dunia dengan dia.

Perpisahan kemudian menjadi masa lalu. Masa lalu bukan berarti rasa itu telah tiada, hanya saja sewaktu-waktu membuatmu menyesali yang telah tiada. Masa lalu yang tak perlu kau ingkari adanya. Bagai malam yang tak pernah ingkar pada gelapnya, dan hujan pada basahnya.

Dan, perpisahan bukannya ia takkan kembali. Hanya saja, ia yang tak ingin kembali.

Mulai kisahmu dan bukan lagi rindu-rindu yang menggantung. Percayalah, janji tuhan itu pasti. Alhamdulillah wa syukurillah ‘ala ni’matillah..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s