Kau Bukan Sekadar

Tulisan ini dari seorang suami dan seorang ayah satu anak, Trijaka Perkasa yang biasa ku panggil Omjek, papa kece sektor Perintis.

Kau tahu bagaimana aku mencintaimu? Semilir belai selalu kuhargai saat demi saatnya setiap kali lelapmu menjadi bagian akhir hariku yang fana. Itu seperti dahaga yang terpuaskan kala terik tipuan menerpa jiwa yang terlanjur pun terkulai lemah.

Inginku cerita tentang keseharian yang mendera dan memaksa diriku jauh dari kemurnian hati dan ketulusan jiwa. Itu urung kulakukan karena rasa-rasanya mihnahmu jauh lebih berat dari apa yang kualami. Singgung senyummu itu selalu memanggil jiwaku yang telah jauh terpapar dari diriku, detik-detik bersamamu selalu membuatku utuh sebagaimana sejatinya.

Kau tahu bagaimana rasaku setiap kali membenamkan lelahku dalam pelukanmu untuk sekadar berlinang dalam diam dan tanpa kata? Curah lelahku kau pahami dengan bahasa semesta yang menembus langit, bahasa hati. Kita terdiam dan aku masih ingin berlama-lama dalam pelukanmu, saat itu pula aku benar-benar merasa detak jantungmu seolah berkata “Jangan bersedih, aku di sini selalu menunggu dan mencintaimu”. Dan di situlah kunikmati Surga Salam meski sejenak.

Tidak, kau bukan sekadar seseorang yang menemani hidupku. Kau bukan sekadar seseorang yang sudi melayani hari-hariku. Kau bukan sekadar seseorang yang terikat pertalian suci denganku. Pun kau bukan sekadar seseorang yang merahimi buah hatiku. Kau bukan sekadar perempuan, bahkan berani kukatakan kau bukan sekadar bidadari nirwana. Kau terlalu mulia untuk menjadi sekadar itu.

Aku bohong jika aku mengatakan siap kehilangan  segala-galanya. Aku tak pernah sanggup membayangkan bagaimana aku tanpamu. Aku pun tak pernah sanggup membayangkan jika kita tidak bersama. Aku mengerti betul betapa kehinaan diriku tak sepantasnya menodai kesucian jiwamu. Bahkan, seharusnya ada lelaki yang jauh lebih mulia dari diriku yang pantas menjadi sandaran jiwamu. Bukan aku yang lemah.

Kau menjagaku dengan kemuliaanmu.

Aku hanya tak tahu apakah kita akan dipertemukan kembali di kehidupan selanjutnya. Setiap nafasku selalu berharap semoga aku kelak menjadi hamba yang pantas disandingkan lagi denganmu di atas pelaminan cahaya di kehidupan selanjutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s