Terbawa Suasana

Matahari telah berpaling , dinding kaca tepat di sebelahku tak lagi meneruskan sinarnya. Yaa.. siang ini cukup menikmati waktu dengan duduk bersama segelas ice americano di salah satu kedai yang tak cukup terkenal. Syukur saja suasananya sangat tenang, suhu ruangan yang tak begitu dingin pun tak begitu panas, wangi apel hijau dari lantai dan mejanya. Ditambah pula dengan alunan musik jazz. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Tidak banyak kata yang bisa dirangkai menjadi sebuah kalimat. Pun tidak banyak kalimat tanya yang dapat disandingkan dengan sebuah jawaban, atau gelak tawa dari sebuah perbincangan yang lucu. Duduk sendiri dengan bangku yang masih kosong disebelahnya. Bahkan sampai saya pulangpun bangkunya pasti tetap kosong, memang nyatanya saya datang sendiri dan tidak sedang menunggu kedatangan siapapun. Hanya membatin sembari menikmati pemandangan diluar dinding kaca. Tak ada hal yang istimewa, hanya sampah kertas yang numpang lewat karena dihembus angin, hanya daun yang erat di rantingnya menari mengikuti arah angin, hanya berharap.. angin dapat membawa aroma tubuhnya dari jejak yang ia tapaki hari ini.


Sesekali melirik ke arah jarum jam, sekadar ingin tahu pukul berapa sekarang. Sebatas melihat kemudian menghitung, berapa lama waktu bisa menyembuhkan. Waktu bisa menyembuhkan apapun, kecuali memulihkan keadaan sebelum ia menjadi bagian terbesar dari ingatan. Mungkin juga waktu bisa menjadi jawaban, atas tanya yang belum sempat ia jawab.

Beberapa hari belakangan ini pagi berulang dan berujung pada langit yang gelap, jelas saja, jendela hati tak kuasa menahan rasa menutup hari. Ah!! Ada apa dengan saya ini. Masih sibuk dengan kepergian seseorang. Masih menjadi masa lalu yang berharap menjadi perbincangan masa depan. Akan tetapi, masa lalu bukan berarti rasa itu telah tiada, hanya saja sewaktu-waktu membuatnya menyesali yang tlah tiada.

Sekarang pukul 15.05 wita, ingin kuhabiskan saja kopi ku dan beranjak dari kedai ini. Suasana disini luar biasa, luar biasa membuat saya nyaman mengungkit luka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s